Rabu, 30 November 2011

Mata uang Asia ramai-ramai perkasa atas dollar AS


Mata uang Asia ramai-ramai perkasa atas dollar AS
SEOUL. Won Korea Selatan memimpin penguatan di antara mata uang Asia lainnya. Pada pukul 12.07 waktu Seoul, won terapresiasi 1,2% menjadi 1.129,58 per dollar. Sedangkan ringgit Malaysia menguat 1% menjadi 3,1451, dan baht Thailand menguat 0,7% menjadi 30,93. Itu merupakan penguatan terbesar oleh tiga mata uang Asia dalam sebulan terakhir.

Sementara itu, yuan menguat 0,27% menjadi 6,3618 per dollar, rupiah menguat 0,6% menjadi Rp 9.080, peso Filipina menguat 0,7% menjadi 43,325, dan dollar Taiwan menguat 0,7% menjadi NT$ 30,123.

Penguatan mata uang di kawasan regional terjadi setelah enam bank sentral dunia melakukan koordinasi bersama dalam meringankan beban perbankan dengan menurunkan biaya pinjaman mata uang dollar AS. Tujuannya tak lain agar krisis utang Eropa yang mengancam perlambatan ekonomi global bisa teratasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, The Fed mengungkapkan, biaya pinjaman premium dollar AS dalam kurun waktu semalam dari bank sentral dunia akan turun menjadi 50 basis poin. Pinjaman yang juga dikenal dengan dollar swap lines ini akan diperpanjang selama enam bulan hingga 1 Febuari 2013. Sedianya, swap lines ini habis masa berlakunya pada 1 Agustus 2012. The Fed melakukan langkah koordinasi ini dengan European bank Central, Central banks of Canada, Swiss, Jepang, dan Inggris.

Selain itu, People's Bank of China menurunkan rasio giro wajib minimum perbankan untuk kali pertama sejak 2008 lalu.

"Aksi bersama bank sentral memberikan kontribusi pada lonjakan pasar saham yang juga mendongkrak penguatan mata uang Asia. Kita melihat adanya pengambilan risiko oleh investor kendati kondisi saat ini belum sepenuhnya pulih," papar Shigehisa Shiroki, chief trader on the Asia and emerging markets team Mizuho Corporate Bank Ltd di Tokyo.

0 komentar:

Poskan Komentar