Kamis, 01 Desember 2011

mata air

MataAir 
Komunitas anak cucu Adam
“Menyembah Yang Maha Esa, Menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, mengasihi sesama“

Komunitas MataAir merupakan komunitas terbuka bagi seluruh “anak cucu Adam” yang kelahirannya dibidani oleh seorang kyai-budayawan, KH Ahmad Mustofa Bisri. Komunitas MataAir telah “mengalirkan airnya” di Surabaya, Semarang dan Jakarta. Di Jakarta, Komunitas MataAir didirikan oleh Gus Mus bersama sejumlah kyai, intelektual dan professional seperti Habib Luthfi bin Yahya, Drs. H. Maftuh Basyuni, Drs As’at Said Ali, KH Masdar F. Mas’udi, KH Muadz Thohir dan KH Thantowi Jauhari Musaddad.

Nama “MataAir” sengaja dipilih sebagai titel komunitas ini karena adanya kerinduan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan Kanjeng Nabi Muhammad SAW dimana nilai-nilai tersebut bersumber dari “mata air” ajaran Kanjeng Nabi yang “jernih” dan belum terkontaminasi limbah peradaban modern. Para pendiri Komunitas Mata Air ingin mengajak seluruh anak cucu adam –tanpa sekat agama dan budaya- untuk melepas “dahaga spiritual”nya dengan meneguk kejernihan ajaran, nasihat dan teladan Kanjeng Nabi Muhammad SAW serta para ulama salaf langsung dari sumber aslinya, langsung dari “mata air”.

Dahaga masyarakat terhadap nilai-nilai spiritual yang menyejukkan sekaligus mencerahkan coba dipenuhi oleh Komunitas Mata Air melalui serangkaian aktivitasnya seperti Pengajian rutin tafsir Qur'an, penerbitan majalah "Mata Air"  dan media online www.gusmus.net.

Sejak Agustus 2005, Komunitas MataAir telah memiliki kantor untuk beraktivitas di Jakarta.  Kegiatan yang telah dilakukan antara lain:
1. Launching website www.gusmus.net dan Refleksi Kemerdekaan, 2005
2. Bedah Buku "Arus Baru Islam Radikal" karya Imdadun Rahmat di Pusat Studi Jepang (PSJ) UI bekerjasama dengan PMII UI.
3. Pagelaran Satu Rasa Gus Mus dan Idris Sardi di Gedung Kesenian Jakarta
4. Stand "MataAir" di konferensi ICIS
5. Penerbitan buku-buku karya Gamal Al Banna
6. Diskusi "Karikatur Nabi versus Kebebasan Pers"
7. Pelatihan "Makesta Unggulan" bekerjasama dengan IPNU dan IPPNU
8. Pelatihan "Leadership Training for Student Activist"
9. Pesantren Kilat Sukses SPMB
dan lain-lain 
Sesuai dengan slogannya “komunitas anak cucu Adam”, Komunitas MataAir mengajak seluruh anak cucu Adam untuk meneguk kejernihan nilai-nilai Kanjeng Nabi Muhammad SAW melalui berbagai aktivitas yang diselenggrakan Komunitas MataAir. Siapa saja anak cucu Adam yang senantiasa “menyembah yang maha esa, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda dan mengasihi sesama” dipersilahkan untuk bergabung dalam Komunitas MataAir dengan mengisi daftar anggota di login keanggotaan.
Komunitas MataAir juga menerima tulisan berupa artikel untuk dimuat dalam salah satu rubrik website www.gusmus.net. Tulisan yang dikirimkan harap mencantumkan identitas dan nomor telepon yang bisa dihubungi.  Tulisan maksimal +  5000 karakter dan dikirimkan dalam bentuk soft copy ke email redaksi di redaksi@gusmus.net.   Redaksi berhak mengedit  tulisan tanpa merubah substansinya.

Saat ini, kami juga telah membuat milist Komunitas_MataAir_Jakarta@yahoogroups.com sebagai wadah komunikasi dan informasi bagi anda pengakses setia www.gusmus.net.
Bagi anda yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, dapat menghadiri pengajian rutin tafsir Qur'an yang diasuh oleh KH Thonthowi Jauhari Musaddad, MA setiap Jumat malam pukul 19.00 dua minggu sekali di kantor Komunitas MataAir Tebet.
Komunitas MataAir di Jakarta juga menerbitkan buletin jumat "MataAir" yang beredar di masjid-masjid perkantoran di Jakarta.  Untuk berlangganan dapat menghubungi alamat Komunitas MataAir di bawah.  Infak Rp. 20.000,- per 100 eksemplar.

Berikut sejumlah masjid di Jakarta yang menjadi sasaran penyebaran buletin jumat "MataAir" :

01. Al Ittihaad, Tebet Barat
02. Namira,  Tebet Barat Dalam
03. Al Abror, Jln.  Soepomo 
04. Ar Rahman, Jln. Sahardjo
05. Nurul Jihad, Jln. Sahardjo
06. Jami Matraman
07. Departemen Sosial, Salemba
08. SMA 68, Salemba
09. Arif Rahman Hakim (ARH), Kampus UI Salemba
10. Aula Pegadaian, Kramat Raya
11. Sunda Kelapa,  Menteng 
12. Cut Meutia, Menteng
13. Istiqlal
Kini, sejak bulan Mei 2007, Yayasan MataAir Jakarta telah menerbitkan Majalah MataAir "Jernih Berbagi Rahmat".  Bagi Anda yang ingin berlangganan dapat menghubungi Rokib Ismail di 08569086045. 

Alamat Komunitas MataAir dan Redaksi website www.gusmus.net :
Jln. Tebet Barat  VIII No. 5 Jakarta, Telp: 021-8297329, Fax : 021-8309460



LEBARAN
1 September 2011 05:56:29
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.
(0 komentar) | Selengkapnya »
Napak Tilas lainnya:
»HAKIKAT IKHLAS (25 Desember 2010 05:19:37)
»NU dan Garasinya (15 Maret 2010 20:14:41)
»FID-DUNYA HASANAH WAFIL-AKHIRATI HASANAH (16 Nopember 2009 10:17:04)
»Idul Fitri dan Menjaga Kebersamaan (2 September 2009 10:44:48)
Login Anggota
Email:
Password:
  
Lupa Password
Daftar Menjadi Anggota
Tentang Komunitas Mata Air
Palung » Galeria
Doctor Honoris Causa Gus Mus

"SK penganugerahan ini tidak akan dicabut;" kata Rektor...

0 komentar:

Poskan Komentar