Jumat, 02 Desember 2011

Mata Wayang - Kerajinan Batu



Bila ingin membuka usaha, sebaiknya melihat peluang. Barang apa yang sedang ramai dan diminati oleh pasar. Demikianlah yang dilakukan oleh Widodo, S.Sn pemilik Mata Wayang yang sekarang membuka usaha di Jl. Kasongan Tirtonirmolo Kasihan Bantul Yogyakarta, HP : 08157921546. Di tempat usahanya itu dinilainya sangat strategis karena berada di jalur wisata menuju Sentra Industri Kerajinan Keramik, Kasongan.

Di showroomnya yang didirikan sejak 1999 itu mula-mula menjajakan aneka kerajinan seperti : wayang kulit, kipas, pembatas buku, kap lampu, topeng, kostum wayang, patung dari batu dan souvenir lainnya. Dari jenis kerajinan tersebut ternyata yang banyak diminati pembeli justru patung dari batu, yang jarang dijajakan perajin lain. Sejak itu bapak 2 putra ini mulai intens di patung batu. Dari pengadaan bahan baku, mendisain sampai finishing dilakukan sendiri. Tetapi sekarang sudah punya 2 tenaga tetap. Kalau pas ramai tenaga kerjanya bisa sampai 5 orang.

Dari modal sendiri, perajin yang juga alumni ISI Yogyakarta ini terus mengembangkan usahanya. Hingga akhirnya ada buyer dari Australia, Inggris dan Prancis yang selalu minta dikirimi produk Mata Wayang. Produk patungnya banyak yang bercorak abstraksi manusia. Ada patung tunggal ada pula yang berdua. Seperti dalam judulnya : Man & Men, Balet, Menyusui, Menggendong dan sebagainya. Untuk memberi pilihan kepada pembeli, perajin yang asli Bantul ini juga membuat produk jenis lain. Misalnya patung kepala Cleopatra, lampu taman dan patung dengan corak primitif. Batu yang digunakan yaitu batu brexi dan batu putih yang biasa diambil dari sekitar Prambanan dan Wonosari Gunung Kidul.

Ukuran produk patungnya bervareasi. Demikian pula masalah harga. Untuk patung terkecil ukuran tinggi 30 cm harganya Rp 40.000, 40 cm Rp 60.000, 60 cm Rp110.000, 80 cm Rp 150.000, dan yang tertinggi 100 cm dengan harga Rp 230.000. Disamping sekarang tekun di patung batu, Mata Wayang tetap menyediakan jenis kerajinan lain seperti : Wayang, topeng, kap lampu, kotak perhiasan, aroma terapi dan souvenir lainnya. “Namanya juga usaha, tidak ada salahnya melengkapi koleksi demi kepuasan pembeli” kata suami Erni ini kalem.

• Last modified: 28 Jan 2005 17:23:35.
   

0 komentar:

Poskan Komentar