Jumat, 02 Desember 2011

Tato Mata, Melukis Kornea Mata Tapi Berisiko Buta

img
Tato mata (Foto: thesun)
New York, Bola mata manusia ada yang bulatan gelap (pupil) dan warna putih terang (kornea) di luarnya. Kini dengan teknik tato, kornea mata yang berwarna putih terang bisa dimodifikasi berbagai warna dan lukisan. Tapi menato kornea mata ini risikonya sangat besar bisa hingga kehilangan penglihatan.

Dengan tato mata, kornea mata yang putih terang bisa berganti warna menjadi biru, merah (seperti mata drakula) atau dilukis dengan aneka gambar mulai bunga hingga hati. Tato mata mulai banyak dilakukan orang sejak tahun 2007.

Tato mata sebenarnya bukanlah hal yang baru. Beberapa dokter telah menggunakan tato kornea atau tato bola mata untuk menutupi bekas luka kornea, tapi sekarang cacat tersebut dengan mudah dapat ditutupi dengan menggunakan lensa kontak.

Tapi orang sehat yang menggunakan tato mata sebagai tren, sebenarnya sangat berbahaya. Pada tahun 2007, majalah online BMEzine.com mulai mencatat ada tiga orang yang mulai melakukan tato mata dengan mengubah bagian mata menjadi biru.

Untuk tato mata, para seniman tato biasanya menggunakan dua prosedur yang berbeda. Pertama, dengan menggunakan jarum tradisional yang dilapisi tinta. Dengan jarum tradisional ini tinta hanya ditempelkan pada bagian kornea (lapisan bening dan terluar dari bola mata).

Tinta akan digunakan untuk mengubah warna bagian mata yang berwarna putih menjadi warna yang diinginkan atau dengan membuat bentuk-bentuk tertentu. Kedua, jika tinta tidak mau menempel, penato (ahli tato) akan beralih menggunakan jarum suntik untuk menyuntikkan tinta ke kornea mata.

"Tato kosmetik kornea bisa menjadi sangat berbahaya. Infeksi, perforasi (pelubangan) dan perdarahan adalah salah satu potensi komplikasi," kata Dr. Sandra Belmont, seorang profesor klinis oftalmologi di Weill Cornell Medical Center-New York Presbyterian Hospital, seperti dilansir NYPost, Selasa (26/7/2011).

Beberapa dokter juga mengatakan bahwa tato mata bisa menyebabkan reaksi alergi yang serius di masa depan. Pigmen atau tinta yang digunakan dapat menyebabkan peradangan, bahkan memicu terjadinya kebutaan.

Orang yang sangat terlatik dengan tato mata harus memahami bahwa mata adalah organ yang sangat halus. Tato mata sangat berisiko dan harus dihindari. Organisme tertentu bisa masuk ke dalam mata Anda dan menyebabkan peradangan akut dari lapisan internal mata.

Namun Dr. Belmont mengatakan ada alasan medis tertentu yang membuat dokter bedah mata harus melakukan tato mata. Jika seseorang telah menderita trauma mata karena terbakar, lasersasi atau memar, bekas luka yang dihasilkan dapat ditutupi dengan menggunakan tato.

Tato mata juga dapat membantu orang dengan leucoma (sebuah noda buram di mata biasanya berwarna putih) untuk kembali ke penampilan mata normal lagi.

"Saya pasti merekomendasikan tato kornea pada pasien dengan bekas luka kornea, tapi saya tidak menyarankan prosedur ini dilakukan semata-mata untuk tujuan perhiasan tubuh karena efek samping gangguan penglihatan signifikan mengancam," kata Belmont.

Karena jika Anda ingin mendapatkan tato kornea untuk mengubah bagian putih mata menjadi merah atau biru, Anda harus mendapatkan sekitar 40 suntikan di mata.

0 komentar:

Poskan Komentar